Saat Jalan-Jalan Naik Gunung, Mata Juga Perlu Dijaga
Pernah nggak sih, ada satu momen yang sudah lama banget dinantikan, tapi begitu momennya tiba malah ada gangguan kecil yang bikin kurang nyaman?
Saya pernah.
Salah satu momen yang paling saya suka adalah jalan-jalan ke alam. Rasanya berbeda saja ketika bisa meninggalkan sejenak rutinitas, melihat pepohonan, menghirup udara lebih segar, dan berjalan kaki sambil ngobrol dengan teman. Apalagi kalau sudah lama tidak naik gunung atau sekadar trekking menikmati pemandangan.
Buat saya, perjalanan seperti ini bukan cuma soal sampai di tujuan. Justru perjalanan menuju ke sanalah yang sering meninggalkan cerita.
Tapi ada satu hal yang dulu sering saya lupakan: mata juga perlu dipersiapkan.
Sudah Siap Naik Gunung, Eh Mata Malah Rewel
Waktu jalan-jalan naik gunung, saya sudah sibuk menyiapkan banyak hal. Sepatu yang nyaman, pakaian, jaket, air minum, camilan, power bank, sampai kamera atau handphone untuk mengabadikan pemandangan.
Pokoknya perlengkapan untuk perjalanan sudah dipikirkan.
Tapi urusan mata? Duh, seringnya belakangan.
Saat mulai berjalan cukup lama, kondisi sekitar yang panas, berangin, dan berdebu mulai terasa. Awalnya saya masih santai. Namanya juga aktivitas outdoor, ya pasti ada panas dan debu sedikit.
Sampai akhirnya saya mulai merasakan mata sepet.
Rasanya seperti mata kurang nyaman dan ingin lebih sering berkedip. Tidak lama kemudian mulai terasa agak perih. Saya sempat menganggapnya cuma efek perjalanan dan debu.
Padahal, mata sepet dan perih memang termasuk gejala yang bisa muncul ketika mata mengalami kekeringan. Aktivitas yang membuat mata jarang berkedip serta penguapan air mata yang berlebihan juga dapat memicu mata kering.
Dan ternyata, kondisi seperti ini cukup mengganggu ketika kita sedang ingin menikmati momen.
Ketika Mata Kering Mulai Mengubah Momen
Coba bayangkan sudah sampai di tempat dengan pemandangan yang bagus, tetapi bukannya sibuk mengambil foto malah sibuk mengucek-ngucek mata.
Nah, itu yang saya rasakan.
Saya jadi lebih sering memejamkan mata sebentar. Ketika teman mengajak foto, saya harus memastikan mata terasa nyaman dulu. Mau melihat pemandangan pun rasanya tidak sebebas biasanya.
Padahal saya sudah membayangkan momen ini jauh-jauh hari.
Yang seharusnya menjadi perjalanan menyenangkan malah sedikit terganggu gara-gara mata yang terasa sepet dan perih.
Dari situ saya mulai berpikir, ternyata keluhan yang terdengar sederhana seperti mata sepet, perih, atau lelah jangan langsung dianggap remeh.
Makanya saya suka dengan istilah SePeLe.
SEpet, PErih, LElah.
Tiga hal yang kelihatannya sepele, tetapi kalau datang di waktu yang salah bisa membuat momen yang sudah ditunggu-tunggu jadi tidak maksimal.
Jangan Kucek Mata, Istirahat Sebentar
Setelah mengalami kejadian itu, saya mulai lebih memperhatikan kondisi mata ketika melakukan aktivitas outdoor.
Hal pertama yang saya lakukan tentu berhenti sebentar dan memberi kesempatan mata untuk beristirahat. Saya juga berusaha tidak mengucek mata ketika terasa tidak nyaman.
Kemudian saya mulai membiasakan beberapa hal sederhana.
Kalau sedang berjalan di bawah terik matahari, saya menggunakan kacamata hitam. Selain membantu mengurangi paparan langsung cahaya matahari, kacamata juga terasa membantu ketika kondisi sekitar cukup berdebu atau berangin.
Saya juga memastikan cukup minum. Sesekali berhenti untuk beristirahat juga tidak ada salahnya. Namanya jalan-jalan, kan bukan lomba siapa yang paling cepat sampai?
Dan satu lagi yang sekarang selalu saya ingat: lebih sering berkedip, terutama ketika sedang terlalu fokus melihat sesuatu.
Kebiasaan berkedip membantu menjaga kelembapan permukaan mata. Selain itu, mengurangi waktu menatap layar dan memberikan jeda ketika mata terasa lelah juga bisa membantu meringankan keluhan mata kering.
Sampai Akhirnya Saya Menemukan INSTO Dry Eyes
Pengalaman naik gunung itu membuat saya mulai mencari tahu lebih banyak tentang mata kering.
Saya kemudian menemukan INSTO Dry Eyes.
Ternyata ada varian INSTO yang memang ditujukan untuk mengatasi gejala mata kering. INSTO Dry Eyes digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata dan membantu meringankan iritasi yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata.
Yang saya suka, produknya juga praktis dibawa ke mana-mana. Jadi sekarang kalau ada rencana bepergian atau melakukan aktivitas outdoor, selain membawa perlengkapan perjalanan, saya juga memastikan ada INSTO Dry Eyes di dalam tas.
Saat mata mulai terasa kering atau tidak nyaman, saya menggunakannya sesuai petunjuk pada kemasan. Buat saya, ini menjadi salah satu cara praktis untuk membantu mengembalikan rasa nyaman pada mata sehingga saya bisa kembali menikmati perjalanan.
INSTO Dry Eyes sendiri mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose 3,0 mg dan Benzalkonium Chloride 0,1 mg. Produk ini tersedia dalam ukuran 7,5 ml.
Untuk pengguna lensa kontak, perlu diperhatikan bahwa lensa kontak harus dilepas saat menggunakan produk ini dan baru dapat digunakan kembali minimal 15 menit setelah obat diteteskan. INSTO juga mencantumkan agar produk tidak digunakan rutin dalam jangka panjang.
Sekarang Lebih Siap Menikmati Perjalanan
Dari pengalaman tersebut saya jadi belajar bahwa mempersiapkan perjalanan bukan cuma soal barang bawaan.
Kita juga perlu mempersiapkan tubuh.
Mau naik gunung, trekking, camping, jalan-jalan di kebun, atau sekadar menikmati aktivitas outdoor, mata juga punya batas. Jangan sampai kita terlalu fokus mengejar momen sampai lupa mendengarkan ketika tubuh mulai memberikan tanda.
Karena sayang banget, kan?
Sudah jauh-jauh datang ke tempat yang indah, sudah lama menantikan perjalanan, sudah ketemu teman-teman, tapi malah tidak bisa menikmati pemandangan karena mata terasa sepet dan perih.
Sekarang saya jadi lebih aware dengan gejala SePeLe.
Kalau mulai terasa SEpet, PErih, atau LElah, saya tidak mau lagi buru-buru bilang, “Ah, paling cuma sebentar.”
Saya akan berhenti sejenak, istirahat, menjaga mata dari debu dan angin, menggunakan kacamata saat dibutuhkan, cukup minum, dan menyediakan INSTO Dry Eyes untuk membantu mengatasi gejala mata kering.
Karena menurut saya, perjalanan yang menyenangkan bukan hanya tentang tempat yang kita datangi, tetapi bagaimana kita bisa benar-benar menikmati setiap momennya.
Dan kalau suatu hari nanti ada kesempatan naik gunung lagi, saya ingin lebih siap.
Bukan cuma siap dengan sepatu dan ransel, tapi juga siap menjaga mata.
Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein! Karena momen berharga terlalu sayang kalau terganggu hanya karena mata terasa tidak nyaman.


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar